60 Persen Anak-anak Palestina yang Ditangkap Israel Disiksa

0
16
Data anak-anak yang ditangkap Israel dari intifada kedua pada September 2000 sampai April 2017.(Facebook Memo)

Palestina, MENTARI.ONLINE – Sebanyak 60 persen anak-anak Palestina yang ditangkap oleh pasukan pendudukan Israel disiksa secara verbal, secara fisik atau psikologis, kata organisasi Palestina Prisoners Club (PPC), Senin (12/2/2018).

Dalam sebuah pernyataan, PPC mengatakan bahwa anak-anak Palestina yang ditahan oleh pendudukan Israel dicegah untuk tidur, dipukuli dan diancam oleh interogator untuk mengakuinya.

Dalam pernyataan tersebut juga disampaikan bahwa anak-anak Palestina dicegah makan dan minum dalam waktu lama dan dihina. Mereka juga mengalami jam interogasi.

Tercatat ada tiga tahanan minor Palestina, yang saat ini berada di dalam penjara Israel, termasuk dalam laporan PPC.

Mustafa Al-Badan, 17, Faisal Al-Shaer, 16, dan Ahmed Al-Shalaldeh, 15, mengatakan kepada PPC bahwa mereka disiksa ketika mereka diselidiki.

Saat ini ada lebih dari 6.500 warga Palestina ditahan di penjara pendudukan Israel, termasuk 57 perempuan dan anak perempuan dan 350 anak-anak.

Sementara itu pada  bulan Januari lalu, sebanyak 42 anak Palestina dipenjara oleh pasukan pendudukan Israel, demikian kata Komisi Tahanan dan Urusan Tahanan.

Hukuman mereka berkisar antara satu dan 22 bulan dan denda sebesar $ 32.175 juga dikeluarkan. Secara total, 79 anak didik Palestina ditahan di Penjara Ofer bulan lalu.

Menurut Komisi Tahanan dan Urusan Tahanan, sembilan orang ditangkap dari rumah mereka, di lapangan, dua di pos pemeriksaan militer, dan dua lainnya ditangkap karena tidak memiliki izin untuk memasuki wilayah pendudukan. Selain itu, satu orang kecil ditangkap setelah dipanggil untuk diinterogasi.

Dalam satu kasus, seorang anak ditangkap setelah ditembak. Selanjutnya, 42 lainnya dipukuli dan disiksa selama penangkapan dan transportasi mereka ke pusat-pusat interogasi Israel. (Joe/Middleeastmonitor.com)