Amien Rais: Umat Islam Indonesia Pancasilais Sejati

0
54
Amien Rais
Orasi Kebangsaan Amien Rais "Indonesia Kini, Nanti. (Mentari.online)

Sukoharjo, MENTARI.ONLINE – Tokoh reformasi 98, Amien Rais mengatakan, umat Islam Indonesia menjadi salah satu kelompok bangsa Indonesia yang paling nasionalis mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia . Walaupun kelompoknya bermacam-macam, Islam di Indonesia “kiblatnya”  tetap Indonesia ini.

“Sampai saat ini  bisa dikatakan diantara anak-anak bangsa yang lain, siapa anak bangsa yang paling nasionalis, mewujudkan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia? Jawabannya ya UII, umat Islam Indonesia,” kata Amien Rais dalam orasi kebangsaan berjudul ‘Indonesia, Kini dan Nanti’ di ruang seminar Gedung Siti Walidah, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Minggu (9/7/2017).

Diantara banyak bagian dari kelompok Islam di Indonesia itu, seperti Muhammadiyah, NU, Dewan Dakwah Indonesia (DDI), PERSIS, “kiblat” yang mereka tuju adalah tetaplah Indonesia. Sementara Menurut Amien kelompok bangsa yang lain, yang pengikiut agamanya lumayan besar itu masih ada pemikiran untuk merdeka.

Amien Rais menyebut nama Republik Maluku Selatan (RMS) yang masih ramai meributkan keinginan untuk merdeka di luar negeri.” RMS ramai-ramai di Belanda masih ingin merdeka,” kata Amien Rais. Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengingatkan kemerdekaan bangsa Indonesia diraih dengan perjuangan fisik dan seluruh kekuatan yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Banyak negara yang kemerdekaannya didapat dari hadiah, tanpa perjuangan. India hadiah. Malaysia, hadiah. Singapura hadiah, Thailand hadiah,” kata Amien Rais.

Sementara itu, Amien Rais juga memberi pesan kepada kader IMM Jawa Tengah yang hadir mengikuti orasi kebangsaan untuk menggembleng diri dengan wawasan serta waspada terhadap perkembangan bangsa yang terjadi.

Hal itu disampaikan Amien Rais setelah sedikit menyebut ucapan DN Aidit –tokoh Partai Komunis Indonesia-yang pernah mengatakan,”jika kita bisa kuasai Solo, kita bisa kuasa Jawa Tengah, Jawa dan Indonesia.

“Kita harus waspada dengan ‘ijtihad’dari Aidit itu,” kata Amien Rais seraya menambahkan,  Solo sebagai wilayah yang misterius. Beberapa kali terjadi peristiwa chaos politik seperti yang terjadi pada tahun 1965, lalu tahun 1988, tahun 1998.

Demikian juga dengan keraton Solo yang disinggung Amien Rais situasinya berbeda dengan keraton Yogyakarta. “Keraton Solo sering ‘usreg’ (bergejolak). Keraton Jogja sampai sekarang masih tenang-tenang saja,” kata Amien Rais.

Orasi kebangsaan berjudul ‘Indonesia, Kini dan Nanti’ yang di ruang seminar Gedung Siti Walidah, Universitas Muhammadiyah Surakarta menjadi bagian dari Halal bi Halal dan Rapat Koordinasi Forum Keluarga Alumni IMM Jawa Tengah (Fokal IMM Jawa Tengah).(jm/pjk)