Berikut Tiga Jalur Mudik di Jawa, Dimulai Batas Jawa Barat Menuju Surabaya

0
35
mudik
Pemudik. (detikcom)

Jakarta, MENTARI.ONLINE – Keseluruhan panjang jalur mudik Lebaran di Pulau Jawa mencapai 3.508 kilometer (km). Jalur mudik Lebaran tersebut terdiri dari tiga lintasan yang telah disiapkan yaitu jalur utara, tengah dan selatan. Jalan Lintas Utara sepanjang 1.182 km, Jalan Lintas Tengah 1.056 km dan Jalan Lintas Selatan sepanjang 1.270 km.

Data Kementerian PUPR, seperti dilansir detik.com, Kamis (22/6/2017), ada beberapa jalur alternatif yang bisa dilalui seperti jalur alternatif Pantura. Diawali dari batas Jawa Barat yakni Bantarsari-Ketanggungan-Slawi-Randudongkal-Bantarbolang-Kebonagung-Wonotunggal-Bawang-Sukorejo-Boja-Ungaran-Semarang/Solo sejauh 373,10 km.

Lalu jalur Semarang-Gubug-Godong-Purwodadi-Kunduran-Blora sepanjang 108,76 km dan Rembang-Blora-Cepu-Padangan di batas Jawa Timur sepanjang 70,14 km. Para pemudik yang ke Semarang juga dapat menempuh lewat Purwodadi ke arah Surakarta sepanjang 121 km.

Dari Brebes, ada jalur Karangsawah Karangjongkeng-Purwodadi-Linggapura sepanjang 70 km. Kemudian di wilayah tengah ada jalur Weleri-Sukorejo-Parakan sejauh 28 km dan Majenang-Kebumen-Purworejo sepanjang 209 km.

Sedangkan untuk menuju ke arah Selatan di Yogyakarta, bisa dimulai dari Patimuan-Sidareja-Jeruklegi-Gumilir-Slarang-Adipala-Bodo-Karangbolong-Puring-Petanahan-Ambal-Mirit-Wawar-Jali-Congot hingga Batas DI Yogyakarta sepanjang 182 km.

Sementara untuk jalur tol, pemerintah memfungsikan jalan tol dari pintu keluar Brebes Timur hingga tembus ke Weleri (Jawa Tengah), tanpa bayar alias gratis. Jalan tol sepanjang 110 kilometer (km) tersebut mulai dibuka sejak Senin lalu (17/6) dan menerapkan sistem satu arah menuju timur dan akan ditutup kembali setelah arus balik pada 2 Juli 2017.

KemenPU PR saat ini tengah melakukan penyelesaian infrastruktur sebelum mudik berlangsung di antaranya pembangunan empat flyover di Brebes, Jawa Tengah. Yakni Flyover Dermoleng, Kesambi, Klonengan dan Kretek.

Sementara untuk sampai ke Surabaya, ada tambahan jalan tol fungsional sepanjang 227 km. Di ruas Solo-Ngawi, ruas fungsional dimulai dari JC Kertosuro–SS Karanganyar (segmen Solo-Karanganyar) 20,9 km, selanjutnya ke arah seksi 1 (Solo-Mantingan) segmen Karanganyar-Sragen 13,8 km, seksi 1 (Solo –Mantingan) segmen Sragen-Mantingan 21,35 km, dan seksi 2 (Mantingan-Ngawi) 20 km.

Masuk ke perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, tol Ngawi-Kertosono seksi 1 (Ngawi Interchange (IC) –Madiun IC) segmen Klitik–Gulungan sepanjang 11 km juga bisa dilewati secara fungsional. Lalu seksi II (Madiun IC-Caruban IC) segmen Sawahan-Kedungjati 6 km, dan seksi III (Caruban IC –Nganjuk IC) segmen Purworejo-Wilangan 18 km.

Kemudian tol Kertosono-Mojokerto seksi 2 (Jombang-Mojokerto Barat) sepanjang 19,7 km, dan tol Mojokerto-Surabaya seksi 1B Sepanjang-WRR 4,3 km, seksi 2 WRR-Driyorejo 5,07 km, dan seksi 3 Driyorejo-Kriyan 6,1 km. (Jm/pjk)