Bertemu Presiden Jokowi, Ini Aspirasi Pegiat Literasi Inspiratif

0
27
Pegiat literasi
Pegiat literasi

Jakarta – Puluhan pegiat literasi inspirasi dan pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) berkumpul dan bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Pada Selasa (2/5/2017). Mereka memenuhi undangan Presiden Jokowi dan menyampaikan aspirasi.Undangan tersebut bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2017 Jokowi menyampaikan rasa senangnya bisa bertemu dengan pejuang pengetahuan ini.

Pagi menjelang siang di Istana Kepresidenan, ada angkot, pedati berkepala kerbau, hingga bemo berjejer di bagian dalam. Bahkan ada pula gerobak pedagang kaki lima yang ikut masuk.Semua kendaraan yang tak lazim ada di lingkungan ring satu ini punya satu kesamaan: memuat buku-buku bacaan. Ternyata kendaraan-kendaraan ini memang masuk diundang Presiden Jokowi untuk ke Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2017).

Presiden Jokowi mengumpulkan para pemilik buku-buku dengan macam-macam moda pengangkutnya seperti yang diparkir di depan kompleks Istana Kepresidenan. Moda-moda itu adalah alat untuk mengedarkan buku bacaan ke tengah masyarakat. Pelakunya adalah para pegiat literasi yang rela menyisihkan waktu, uang, dan tenaga untuk menyajikan buku bacaan gratis untuk masyarakat, sampai pelosok.

Ada puluhan orang pegiat literasi di ruangan. Jokowi kemudian menyampaikan rasa senangnya bisa bertemu dengan pejuang pengetahuan ini.”Kalau saya ke daerah-daerah, ke desa atau ke kampung, biasanya saya juga bagi-bagi buku. Tidak hanya buku-buku tulis, tapi juga cerita rakyat dan sebagainya. Sepulang acara ini, nanti saya minta Pak Menteri memberikan buku sebanyak-banyaknya (untuk para pegiat literasi),” kata Jokowi, dilansir detikcom, Selasa (2/4/2017).

Firman Hadiansyah, Ketua Forum TBM sekaligus pegiat literasi lewat Moli (Motor Literasi), yang bekerja sama dengan KPK, mengucapkan terima kasih atas undangan Presiden. Firman, yang mewakili pengelola TBM dan pegiat literasi, mengatakan ada beberapa hal yang disampaikan terkait buku dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi.

Pertama, Forum TBM tidak percaya minat baca masyarakat Indonesia rendah. Ketersediaan dan akses bukulah yang menjadi kendala. Forum TBM berharap pemerintah mengoptimalkan ketersediaan dan akses buku yang merata sampai ke desa-desa dan daerah terpencil.

Kedua, menurut Firman, gerakan literasi hendaknya menjadi gerakan nasional. Aktivis literasi akan mendorong Presiden mengeluarkan instruksi presiden (inpres) terkait literasi agar semua elemen pemerintah sampai di desa berperan aktif mendukung gerakan ini.

Pegiat literasi
Pegiat literasi bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Selasa (2/5/). (Detik.com)

Masalah lain adalah pemerintah harus mengeluarkan regulasi khusus agar harga buku terjangkau masyarakat luas. Pajak komponen terkait buku dan regulasi biaya pengiriman buku ke daerah-daerah diminta dihapuskan.

Selanjutnya, Firman juga mengatakan layanan perpustakaan harus lebih dioptimalkan, apalagi di ruang publik dan fasilitas umum. Ini dilakukan agar memudahkan warga mendapatkan informasi dan pengetahuan secara mudah. Selain itu, perusahaan penerbitan atau perusahaan seperti milik negara diminta mengembangkan konten program literasi atau donasi buku, khususnya TBM dan perpustakaan sekolah di Indonesia.

Para pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) juga berharap agar buku-buku yang akan diedarkan ke penjuru daerah bisa dihargai lebih murah. Mereka juga berharap Presiden memberi penghargaan kepada pemerintah daerah yang berupaya mengembangkan gerakan literasi di daerahnya secara berkelanjutan.

Jokowi menyambut baik mereka. Menurutnya minat baca memang harus ditingkatkan. Kemudian Jokowi juga mengusulkan agar istilah yang mereka gunakan bisa dibuat mudah. Misalnya ‘literasi’ diganti dengan terminologi yang lebih familiar di telinga orang awam. (meu/pjk)