Duniawalet Nusantara Sudah Bangun Enam Gedung Walet untuk Pondok Pesantren

0
121
PT Duniawalet Nusantara berfoto bersama dengan pihak Pondok Pesantren Al Ittihad, Toli-Toli,, Sulawesi Tengah. (Dok.Arief Budiman)

Weleri, MENTARI.ONLINE – Program pembangunan gedung walet untuk pondok pesantren yang dijalankan PT Duniawalet Nusantara berbeda dengan program pengembangan ekonomi untuk pesantren lainnya yang sudah ada.

Dalam program ini, pihak pesantren tidak terlibat secara langsung dan tetap berkonsentrasi pada proses belajar mengajar. Pihak investor cukup memantau dari laporan yang diberikan secara rutin.

Sementara pihak Duniawalet yang bekerja mengelola sarang burung walet yang ada di dalam pesantren. Pada Saat panen tiba, hasil panen akan dibagi tiga berupa rupiah secara bagi hasil.

Tidak sedikit investor muslim yang tertarik ikut program pembuatan gedung walet didalam pesantren ini. Sebab program ini betul betul investasi dunia akherat.

Gedung walet di Pondok Pesantren Al Fajar Sampit
Gedung walet di Pondok Pesantren Al Fajar Sampit, Kalilmantan Selatan.(Dok.Arief Budiman)

Modal membangun gedung walet  dari investor akan kembali dalam bagi hasil tiap panen sarang walet. Selain akan tercatat amal jariyah yang dilakukan dengan menyumbang pesantren, investor juga akan mendapat keuntungan materi juga.

Kerja sama ini berlangsung selama 25 tahun. Setelah usia kerja sama 25 tahun, bangunan fisik gedung walet akan menjadi milik pesantren sepenuhnya.

Program pembangunan gedung walet di pondok pesantren ini telah dijalankan sejak 5 tahun lalu oleh PT Duniawalet Nusantara.  Sudah ada enam gedung walet di pondok pesantren yang telah didirikan.

PT Duniawalet Nusantara antara lain membantu memberikan konsultasi dan perawatan budidaya walet secara benar pada pesantren Al Azhar Kandangan, Kalimantan Selatan, serta Pesantren Al Ittihad Kabupaten Toli Toli Sulawesi Tengah.

Tahun ini, sebuah gedung walet juga telah dibangun di lokasi Pesantren Al Fajar yang terletak di Parenggean, Kabupaten Sampit, Kalimantan Tengah.

“Jum’at kemarin (6/10/2017), saya baru pulang dari Sampit setelah peresmian gedung walet di Pesantren Alfajar,” kata Arief Budiman.

Program pemberdayaan ekonomi pesantren juga terus mendapat respon positif dari para  investor. Antara lain dari H. Khalid dari Makassar menyiapkan dananya untuk pembanguan gedung walet di lokasi Pesantren Darul Quran di Kerengpangi Kalimantan Tengah.

Juga investor dari Bandung yang tertarik menyumbangkan dananya untuk sebuah gedung walet yang akan dibangun di Nunukan Kalimantan Utara.

Arief Budiman sendiri memiliki harapan bisa menciptakan sebanyak 99 gedung walet di lokasi pesantren di Indonesia. Inspirasinya dari 99 nama Allah SWT. Namun Arief tidak mau membuat target waktu kapan harapannya itu bisa terlaksana.

“Meski bukan target waktu (kapan). Tawakal saja,” kata Arief.

Sekali lagi program ini adalah program real dunia akherat. Investor menyiapkan dana untuk membangun gedung walet sebagai amal jariyah, namun investor juga akan menerima bagi hasil dari panen sarang walet selama perjanjian kerja sama berlangsung yaitu selama 25 tahun.

Untuk mengetahui profil Drs. Arief Budiman serta Duniawalet Nusantara silahkan ke www.duniawalet.co.id.(Joe)