Frisian Flag Indonesia & KPBS Pangalengan Jalankan Tempat Pengumpulan Susu Digital

0
43

Pangalengan, MENTARI.ONLINE – PT Frisian Flag Indonesia (FFI) bekerjasama dengan Koperasi Peternakan Bandung Selatan Pangalengan  (KPBS Pangalengan) sejak 2015 telah menjalankan lima tempat pengumpulan susu atau milk collection point (MCP) digital pusat usaha agro di Jawa Barat itu.

Lima MCP di Pangalengan itu adalah MCP Los Cimaung, MCP Warnasari, MCP Cipanas, MCP Citere, dan MCP Mekar Mulya dengan total ada 806 peternak sapi perah telah difasilitasi lima MCP tersebut.

MCP digital ini dibangun guna mendorong para peternak sapi perah menjalankan tata kelola peternakan yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Keberadaan sejumlah MCP di Pangalengan ini juga untuk memfasilitasi peternak sapi perah dalam usaha memperoleh penilaiuan kualitas dan harga susu yang adil.

Dengan adanya sistem digital ini memungkinkan data nilai TPC per peternak dari susu yang diproduksi untuk dipantau secara ketat dan disimpan untuk proses pembelajaran dan pengalaman peternak.

Saat ini, KPBS Pangalengan mencatat data Total Plate C ount (TPC) sekitar 0,3 juta cfu/ml untuk kualitas susu terbaik yang dihasilkan oleh para peternak sapi perah.

Pembentukan MCP menggunakan pilar “Less & Better” yang menjadi bagian dari Program FDOV (Sustainable Dairy Development Program) Indonesia yang sudah muncul sejak tahun 2013.

Program FDOV merupakan program kemitraan masyarakat dan swasta yang bertujuan untuk meningkatkan kemajuan bidang peternakan khususnya sapi perah di Indonesia.

Program FDOV dijalankan bersama-sama oleh Friesland Campina, Frisian Flag Indonesia, Koperasi Peternak Sapi Perah Lembang dan Pangalengan, Wageningen University, konsultan Friesland, Agriterra, dan Pemerintah Belanda.

Akhmad Sawaldi, DDP Manager dan FDOV Project Frisian Flag Indonesia menerangkan pihaknya berharap pembentukan MCP dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan pengalaman para peternak sapi perah.

“Kami tidak hanya menyediakan sistem digital untuk penilaian kualitas dan penetapan harga susu, tetapi melalui MCP, kami juga memberikan pembinaan, pelatihan serta alat pendukung untuk mendorong peternak terus meningkatkan tata dan tata kelola peternakan sapi perah,” terang Akhmad dalam keterangan pers FFI, Kamis (25/1/2018).

Sementara itu, Ketua KPBS Pangalengan, Aun Gunawan, mengatakan peternak sangat menghargai inisiatif FFI yang telah menginspirasi para peternak sapi perah untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Sejak MCP digital beroperasi di Pangalengan, terjadi kenaikan harga susu sebesar 10% yang dihasilkan oleh peternak sapi perah. Hal ini memperlihatkan adanya peningkatan kualitas susu secara konsisten.

“Kedepannya, kami menargetkan agar lebih banyak peternak sapi perah yang mendapatkan kenaikan harga. Saya juga berharap FFI dapat memperluas MCP digital ke daerah lain karena akan lebih baik jika para peternak sapi perah di Indonesia juga terinspirasi dan termotivasi oleh inisiatif MCP,” kata Aun Gunawan.(Joe)