Grand Opening Masta Mahasiswa Baru UMS 2018/2019

0
8
Formasi yang membentuk huruf' UMS' diperlihatkan mahassiwa baru yang mengikuti Grand Opening Masta mahasiswa baru UMS 2018/2019 di lapangan Kampus 2 UMS, Selasa (14/8).(Mentari.online)

Sukoharjo, MENTARI. ONLINE – Sebanyak 8.500 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti Grand Opening Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru UMS 2018/2019 di lapangan kampus 2 UMS yang berada di depan Masjid Sudalmiyah Rais pada Selasa (14/8).

Mengisi acara tersebut, Ribuan mahasiswa baru UMS tersebut membuat formasi bertema Indonesia bertuliskan ‘UMS,60 Tahun Untuk Negeri’ dengan menggunakan kertas berwarna merah serta putih.

Saat membentuk formasi tulisan itu, para mahasiswa baru juga menyanyikan lagu-lagu bernuansa perjuangan seperti “Indonesia Pusaka”, “Bagimu Negeri” dan “Indonesia Raya”.

Tulisan “Untuk Negeri” yang dimunculkan dalam formasi tersebut merupakan tekad perjuangan UMS dalam mewujudkan kampus yang berkualitas dalam mendidik generasi bangsa yang hebat dan berkualitas sehingga bisa membawa Indonesia maju.

Rektor UMS,  Sofyan Anief  dalam sambutannya mengatakan penyelenggaraan Grand Opening Masta mahasiswa baru UMS 2018/2019  lebih meriah dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya.

“Saya bangga dan senang semua mahasiswa baru UMS ini nantinya akan menjadi anggota IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) semua, sehingga bisa lebih aktif, menggembirakan kampus UMS dan dapat menjadi kader Muhammadiyah di masa mendatang,” kata Rektor UMS.

Diterangkan Rektor UMS, hingga Sabtu (11/8), jumlah pendaftar UMS mendekati angka 40 ribu orang dari pilihan 1 dan 2. Mahasiswa yang diterima sekitar 11.000. Sedang yang melakukan registrasi ulang  mencapai 8500 mahasiswa.

“ Dilihat dari angka tahun kemarin animo tahun ini agak kurang sedikit tapi yang diterima lebih banyak,” kata Sofyan Anief.

Dengan banyaknya mahasiswa baru UMS ini menurut Rektor UMS telah memperlihatkan bahwa UMS makin diterima masyarakat dan memperoleh pengakuan nasional dan internasional.

“Selamat datang di kampusyang penuh kreasi, selalu memberi arah pada perubahan. Visi 2029 UMS jadi World Class University mengembangkan IPTEK Islami yang memberi kemudahan,” ujar Rektor UMS.

Rektor UMS juga mengungkapkan mahasiswa asing sudah sekitar 200 orang dengan paling banyak berasal dari imur Tengah terutama dari Jordania. UMS memberi beasiswa untuk mahasiswa luar negeri supaya dinilai memiliki derajat sebagai  PT tingkat dunia.

“Tidak hanya sekedar memperoleh pendidikan khususnya dari sisi prodi tapi juga menggembirakan IMM dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di kampus. UMS sudah memiliki masjid yang paling bagus di seluruh PTM yang ada. Gunakan masjid ini sebagai pusat kegiatan, kajian dan pengembangan keilmuan dan keislaman sehingga nantinya bisa menjadi kader Muhammadiyah di masa depan,” terang Sofyan Anief.

Sedang dalam orasi kebangsaanya, Sekretaris Umum PP Muhammadiya Abdul Mu’ti mengatakan mahasiswa baru UMS perlu berbangga diri bisa diterima di UMS sebagai universitas Muhammadiyah terbaik, sebagai PTS nasional terbaik.

“Mahasiswa baru harus menjadikan kesempatan belajar di UMS sebagai bagian dari generasi muda bangsa terbaik yang memiliki kualitas untuk menuju persaingan dunia,” kata Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti mengambakan, para mahasiswa baru UMS tersebut juga bisa menjadi kader Muhamamdiyah, kader umat dan kader bangsa sehingga dapat melanjutkan perjuangan persyarikatan Muhammadiyah. (joe)