KETERANGAN REKTORAT TERKAIT MASUKNYA UMS DALAM KONSORSIUM PTM UNTUK PEMBELIAN PT DI MALAYSIA

0
27
Logo UMS
Logo UMS

UMS, OMBELAN.COM – Berdasarkan kebijakan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Internasionalisasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) akhirnya terwujud. Dalam hal ini, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi pelopor atas kebijakan tersebut.

Wakil Rektor (WR) I UMS, Muhammad Da’i, menjelaskan bahwa pendirian perguruan tinggi (PT) di Malaysia merupakan gagasan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Gagasan tersebut berisi internasionalisasi PTM di Malaysia dengan membentuk konsorsium dari 12 PTM yang ada di Indonesia.

UMS merupakan salah satu dari 12 PTM  yang diamanahi oleh PP Muhammadiyah sebagai bagian dari  pemegang saham. “UMS mencoba untuk menjajaki kebijakan tersebut di mana hasilnya nanti akan kembali lagi kepada PP Muhammadiyah,” jelasnya, Kamis (30/3) seperti diberitakan Koran Pabelan.

Kebijakan terkait pendirian PTM tersebut,dilaksanakan dengan dua langkah. Pertama, mengajukan surat izin baru PT di Malaysia yang saat ini tidak mungkin dilakukan. Kedua, diwujudkan dalam bentuk konsorsium Muhammadiyah dengan mengakuisisi PT yang ada di Malaysia.

“Dalam hal mengakuisisi di sini, dengan saham yang tidak banyak dan kondisi PT yang perlu untuk disehatkan. PT yang dijual pasti kondisinya tidak sehat,” jelasnya lagi.

Ada empat PT di Malaysia yang menawarkan sahamnya untuk dibeli oleh Muhammadiyah. Salah satunya adalah Asia E University Malaysia. UMS saat ini tidak sedang berada dalam posisi memutuskan salah satunya, akan tetapi keputusan untuk membeli kembali kepada PP Muhammadiyah.

Logo UMS
Logo UMS. (Pendaftaran.net)

Hasil dari keputusan PP Muhammadiyah nantinya, UMS bersama 11 PTM lainnya akan berupaya menindaklanjuti keputusan tersebut untuk merealisasikan terwujudnya PTM di Malaysia. “Tentu saja itu demi terwujudnya cita-cita Muhammadiyah,” ujar Da’i.

Internasionalisasi PTM merupakan cita-cita yang besar bagi Muhammadiyah. Menyatukan 12 PT untuk sebuah visi tertentu bukanlah perkara mudah. Universitas di Malaysia memberikan prospek yang baik di masa depan. Dengan berdirinya PTM di malaysia, maka internasionalisasi PTM pun akan terwujud.

Mahasiswa Program Studi Ilmu Qur’an dan Tafsir FAI UMS, Muhammad Nur Mahmud mengatakan langkah yang ditempuh UMS saat ini merupakan langkah yang bagus dengan terealisasi berdirinya PTM di Malaysia.

Artinya Muhammadiyah telah membangun bentuk jembatan pendidikan. “Tapi UMS juga harus memperhatikan keadaan lokal. Banyak masyarakat Indonesia yang berada dalam taraf rendah kehidupannya yang perlu perbaikan,” tuturnya, Jum’at (31/3).

Mahmud berharap adanya kebijakan tersebut bisa memberikan kemudahan bagi mahasiswa Indonesia yang memiliki keinginan untuk melanjudkan studi ke luar negeri. “Paling enggak orang-orang dari lulusan Muhammadiyah gampang masuk ke sana,” ujar Mahmud.

Adapun 12 PTM yang tergabung dalam konsorsium tersebut di antaranya ialah UMS (Solo), UMY (Yogyakarta), UMJ (Jakarta), UMM (Malang), UMS (Surabaya), UMS (Semarang), UMS (Sumatera Utara), UMP (Palembang), UMP (Purwokerto), UMM (Makassar), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta , dan UM Prof Dr Hamka Jakarta.