Kinerja Bisnis Garuda Indonesia 2017 Ditaksir Rugi Rp 2,9 Triliun

0
53
Pesawat Garuda Indonesia.(Asia.nikkei.com)

Jakarta, MENTARI.ONLINE – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menggelar konferensi pers kinerja bisnis 2017 pada Selasa (23/1/2018). Diungkapkan, kinerja bisnis 2017 Garuda diperkirakan mengalami kerugian hingga US$219,58 juta atau Rp2,96 triliun (dengan kurs rupiah Rp13.500 per dolar AS).

Perkiraan kerugian perusahaan plat merah  muncul karena kerugian dalam tahun kalender (year to date) Januari-September 2017 mencapai sekitar US$222,04 juta atau setara Rp2,99 triliun.

Sedangkan dalam perhitungan sementara, laba yang diperoleh perusahaan dengan kode emiten GIAA itu mencapai sebesar US$2,46 juta atau setara Rp33,21 miliar di kuartal IV 2017.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Helmi Iman Satriyono mengatakan realisasi bisnis kuartal IV 2017 belum bisa dipublikasi karena masih dalam perhitungan.

Di klaim Helmi, ada perbaikan besar di kuartal IV 2017 yang diperoleh Garuda. Jadi ada harapan adanya pengurangan yang cukup besar selama semester II sehingga kerugian (lost) bisa ditekan.

Dengan demikian Helmi berharap total kerugiaan perusahaan masih bisa ditekan saat hasil audit keuangan selesai dikerjakan.

Pada tiga kuartal pertama tahun 2017, kerugian besar datang dari pembayaran pajak dalam rangka program pengampunan pajak (tax amnesty) yang mencapai US$137 juta atau Rp1,84 triliun.

Kemudian, kerugian lain juga datang dari denda hukum internasional dari pemerintah Australia kepada GIAA terkait persaingan usaha kargo dengan nilai mencapai US$8 juta atau Rp108 miliar. Kerugian yang lain berasal dari operasional dan lainnya. (joe/cnnindonesia.com)