Layanan 5G Akan Muncul Tahun 2019

0
13
Ilustrasi. (inet.detikcom)

Jakarta, MENTARI.ONLINE  –  Ericsson Mobility Report 2017 menyebutkan jaringan 5G diproyeksikan  pertama kali muncul secara komersial pada tahun 2019 pada sejumlah negara seperti AS, China, Jepang serta Korea Selatan.

Kemudian pada tahun 2023 atau empat tahun setelahnya, diperkirakan bakal ada satu miliar pengguna global pindah ke jaringan 5G. Enam tahun dari sekarang, 20% dari populasi global akan menggunakan 5G.

Terkait layanan 4G LTE, Ericsson juga membuat laporan bahwa akhir tahun 2017 ini, LTE akan menjadi teknologi akses mobile dominan. Pada tahun 2023, diprediksi ada 5,5 miliar pelanggan atau lebih dari 85% populasi dunia yang menggunakan layanan LTE.

Voice over LTE (VoLTE) juga telah diluncurkan  pada lebih dari 125 jaringan pada lebih dari 60 negara di seluruh wilayah. Proyeksinya,pada tahun 2023, pelanggan VoLTE mencapai 5,5 miliar, atau  lebih dari 80% populasi adalah pelanggan gabungan LTE dan 5G.

Sementara itu proyeksi lalu lintas data seluler global diproyeksi melampaui 100 Exabytes per bulan pada tahun 2023, yang berarti naik hingga delapan kali dari perkiraan. Proyeksi ini sama saja dengan  pemutaran streaming video HD selama 5,5 juta tahun.
Pertumbuhan lalu lintas data seluler tetap bisa dipertahankan dengan wilayah Amerika Utara memperlihatkan penggunaan rata-rata paling tinggi pada setiap smartphone lebih dari 7GB tiap bulan pada akhir tahun 2017.

Lalu bagaimana dengan di Indonesia? Laporan Ericsson tersebut menjelaskan Indonesia sampai saat ini masih menggunakan layanan 3G serta 4G LTE untuk  mengakses data.

Sementara terhadap spektrum 5G, pemerintah masih belum mampu membebaskan spektrum 700 MHz karena masih dikuasai TV terestrial. Secara bisnis, pada tahun 2026 mendatang, 5G akan menghasilkan tambahan 30% pertumbuhan pendapatan potensial bagi operator di tanah air.

Sementara itu, penggunaan video menaikkan pertumbuhan lalu lintas mobil broadband. Generasi milenial yang berusia 15 sampai 24 tahun menjadi pihak yang mendorong kenaikan traffic mobil broadband ini.

Tercatat, generasi milenial melakukan streaming video lebih banyak sampai 2,5 kali ketimbang usia di atas 45 tahun. Nah, video 360 derajat akan memberi dampak volume konsumsi  traffic data ebagai streaming video dengan resolusi tinggi dalam format video immersive cenderung mengalami peningkatan. (joe/detikcom)