Mengandung DNA Babi, Izin Edar Viostin DS dan Enzyplex Dicabut BPOM

0
48
Ketua BPOM Penny K.Lukito. (rayapos.com)

Jakarta, MENTARI.ONLINE – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan rilis resmi mengenai hasil pemeriksaan sampel dua produk suplemen makanan yang positif mengandung DNA babi. Sampel produk yang dimaksud BPOM adalah Viostin DS serta Enzyplex dimana keduanya adalah produk kesehatan berbentuk tablet.

Produk tablet Viostin DS diproduksi PT Pharos Indonesia melalui nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H. Sementara Enzyplex adalah tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101.

Ketua BPOM Penny K. Lukito menjelaskan terhadap produk Viostin DS dan Enzyplex ini BPOM sudah melakukan tindakan sejak November 2017 berupa penarikan kedua produk tersebut pada nomor bets tertentu yang bisa diidentifikasi.

Tetapi dalam perjalanannya, ditemukan kembali kandungan yang sama terhadap produk Viostin DS dan Enzyplex sehingga dilakukan penarikan izin edar untuk semua produk dua produk tablet kesehatan itu.

Viostin DS. (Tokopedia.com)

Terkait kandungan DNA babi pada Viosin DS serta Enzyplex itu, diterangkan bahwa kedua produk tersebut memiliki indikasi ada informasi data pre-market yang tidak konsisten dengan hasil pengawasan post market.

Saat pre-market, pada saat awal pendaftaran izin edar produk, produsen kedua produk terseut mengaku mempergunakan bahan baku dengan sumber sapi. Sementara pada tahap sertifikasi awal yang dilakukan LPPOM MUI teridentifikasi negatif.

“Namun ketika BPOM melakukan pengawasan post-market ternyata kita temukan (kondisi) tidak sesuai. Sempat ada penarikan sampai akhirnya kami mencabut izin edar Viostin DS dan Enzyplex,” kata Penny dalam jumpa pers di kantor BPOM, Senin (5/2/2018).

Enzyplex. (Shopee.,co,id)

Penny meminta kepada masyarakat luas yang masih menemukan keberadaan produk Viostin DS dan Enzyplex di peredaran untuk segera membuat laporan ke BPOM.

“Jika menemukan (produk Viostin DS dan Enzyplex) harap melaporkan, karena balai telah melakukan pengawas agar tidak ada di pasaran, ini selalu akan kita awasi,” kata Penny. (joe/detikcom)