Mochammad Vivaldi Marshal, Karateka Internasional Milik SMAN 7 Surakarta

0
284
Vivladi
Aksi Vivaldi di OSN cabang Karate Jawa Tengah 2017. (dok)

Solo,MENTARI.ONLINE – Mochammad Vivaldi Marshal. Siswa kelas 11 SMAN 7 Surakarta juga seorang karateka berbakat yang dimiliki salah satu SMA favorit di kota Solo tersebut. Prestasi nasional dan internasionalnya sangat mentereng.

Pada Juni 2016, remaja berusia 17 tahun ini meraih juara dua untuk dua kategori sekaligus masing-masing di kelas kata dan komite (tanding) pada dalam Karate Championship Philippines. Dua medali level Asia pun ia bawa pulang ke Solo.

Di tingkat nasional, Vivaldi lolos ke Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (OSN) tingkat nasional yang akan dihelat di Medan pada September 2017 mendatang setelah menjadi nomer satu pada cabang karate OSN Jawa Tengah 2017 yang digelar di Universitas Negeri Semarang.

Keberhasilan-keberhasilan yang diraih Vivaldi tersebut menjadi tolak ukur dari Kemampuan dan pengalaman bertanding dalam dan luar negeri  terus diasah Vivaldi dalam 5-20 event karate dalam satu tahun ini.

Guna menghadapi OSN di Medan, Vivaldi mengintensifkan latihan dengan setiap hari latihan tidak hanya di sekolah bersama anggota ekstra kurikuler (ekskul) karate SMAN 7 Surakarta (SMOEPIS Karate) tapi juga dirumahnya.

Menyadari lawan-lawan yang belum pernah ditemui sebelumnya dan tentu saja memiliki tantangan yang berbeda di OSN nanti, Vivaldi berlatih dirumahnya di daerah Purwosari. Kedua orang tua Vivaldi sampai rela mendatangkan pelatih karate dari Jakarta secara khusus untuk melatih siswa kelas 11 di SMAN 7 itu.

“Dipanggil pelatih dari Jakarta untuk benerin apa ada yang salah,” kata Vivaldi  saat ditemui di SMAN 7 Surakarta, Sabtu (3/56/2017).

Selain itu, lawan-lawan yang akan dihadapi di OSN di Medan nanti disebut Vivaldi adalah atlet yang ikut pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Mengenai peluang meraih juara di OSN nanti, Valdi mengatakan belum bisa memperkirakannya karena lawan-lawan yang akan dihadapi belum pernah ditemui sebelumnya.

Putra pertama pasangan  Agung Mardiyanto dan Turi Anggraini tersebut mulai berkenalan dengan karate sejak berada di bangku kelas 3 SD. Mengenal kejuaraan pertama kali pada saat berada di kelas V dan terus berlatih dan berkompetisi hingga saat ini.

Melihat bakat dan potensi yang ada didirinya, orang tua  Vivaldi,  membuat tempat latihan karate sendiri dirumahnya yang  dijadikan sebagai tempat latihan Vivaldi bersama adiknya, Mochammad Lutfi Diaz.

Vivaldi_
Mochammad Vivaldi Marshal. (Mentari.online)

“Kebetulan orang tua sudah tahu potensi anak-anaknya kemudian membuat tempat latihan sendiri di rumah,” kata Vivaldi.

Demikian pula saat  Vivaldi bisa berkompetisi  di kejuaraan karate di Philipina, juga atas usaha orang tua mencari kejuaraan tingkat internasional –atas dukungan sekolah juga- agar Vivaldi dan adiknya yang juga seorang karateka bisa berkembang.

Mengikuti kompetisi internasional membuat bangga Vivaldi karena bisa membawa nama bangsa Indonesia. Selain itu juga memperoleh pengalaman bertanding luar biasa.

“Bisa lihat-lihat kemajuann karate di luar negeri sehingga bisa memotivasi diri jadi lebih baik” kata Vivaldi yang saat itu bertanding empat kali di kelas komite dan tiga kali di kelas Kata bersaing dengan karateka-karateka luar negeri.

Pelatih karate SMAN 7 Surakarta, Sugeng Riyadi mengatakan, dalam satu tahun ini, Vivaldi merupakan salah satu  karateka andalan yang dimiliki SMAN7 untuk bersaing di beberapa event kejuaraan.

“Untuk tahun ini, Vivaldi sangat menonjol. Tapi adik-adik yang lain kemampuan dan prestasinya juga bagus,” terang Sugeng.(jm/pjk)