Museum Al Quran Madinah Simpan Koleksi Al Quran yang Ditulis dengan Tinta Emas

0
1716
Museum Al quran Madinah
Museum Al quran Madinah. (Kalteng.prokal.co)

Jakarta, MENTARI.ONLINE– Kalau sedang berada di sekitar Masjid Nabawi, sempatkan mampir ke Museum Al Quran Madinah. Nama resminya adalah The Holy Quran Exhibition yang terletak di depan Gerbang No 5 di sisi selatan Masjid Nabawi. Museum tersebut menyimpan koleksi Al Quran yang ditulis dengan tinta emas.

Berdasarkan informasi dari laman detikTravel, pihak musium sudah menyediakan pemandu gratis yang telah disesuaikan dengan bahasa pengunjung. Museum Al Quran Madinah tersebut dikelola oleh Samaya Holding yang juga mengelola Museum The Beautiful Names of Allah. Koleksi Al Quran berasal dari perpustakaan yang berinduk ke Universitas Madinah. Museum ini buka dari pukul 09.00-14.00 kemudian tutup sebentar dan buka lagi pukul 16.00-21.00.

Koleksi Museum Al Quran Madinah menjadi yang terbesar di dunia. Di bagian awal ada sekilas soal sejarah Al Quran dan penjelasan soal proses penulisan Al Quran yang butuh ketelitian tinggi. Kemudian koleksi kaligrafi dan aneka kitab Al Quran yang langka.

Di musium tersebut juga terdapat tulisan kaligrafi tinta emas. Penulisnya adalah Sultan Mahmud II dari Kesultanan Usmaniyah (1785-1839). Sultan Mahmud II dikenal sebagai ahli kaligrafi dan menulis tangan 2 buah Al Quran.

Selain itu, ada koleksi Al Qurannya yang menarik. Al Quran raksasa berukuran 143×80 cm dan beratnya 154 kg ditulis tangan oleh Ghulam Muhyiddeen, 197 tahun lalu dan selesai tahun 1825.

Selain yang berukuran besar, di musium tersebut juga terdapat Al Quran yang berukuran kecil. Misalnya, Al Quran sangat tua yang ditulis tangan oleh Abdullaah As Sayrafee 694 tahun lalu yang selesai tahun 1342. Ukurannya 22×16 cm dengan lukisan dan dekorasi indah dalam lembarannya.

Koleksi paling tua berumur 949 tahun. Al Quran yang ditulis di kulit rusa ukuran 15×15 cm oleh Ali ibn Muhammad Al Batalyoosee selesai tahun 1095 ukuran 15×15 cm menjadi koleksi paling langka. Ada lagi Al Quran sangat tua berbahan kulit rusa dengan dekorasi khusus dari surat Al Araf sampai Al Kahfi, namun penulis dan waktu pembuatan tidak diketahui.

Kemudian yang paling mewah adalah Al Quran ukuran 35×40 cm yang ditulis dengan tinta emas murni oleh Abdullaah ibn Muhammad ibn Mahmood Al Hamadanee, 727 tahun lalu dan selesai tahun 1310. Kecintaan orang-orang terdahulu dengan kitab suci Al Quran sungguh luar biasa. Dengan teknologi percetakan yang masih sederhana, Al Quran menjadi karya seni yang sangat bernilai tinggi.

Terdapat pula ruang audio visual yang menampilkan sekelumit sejarah peradaban, menjelaskan bagaimana Islam dan Al Quran mengubah manusia. Islam dan Al Quran memberikan tuntunan agar masyarakat menjadi lebih baik lagi. (meu/pjk)