Pemerintah Minta Operator Lakukan Moratorium Taksi Online

0
16
Taksi Online. (detikcom)

Jakarta, MENTARI.ONLINE – Pemerintah meminta moratorium atau penghentian sementara pendaftaran taksi online. Operator taksi online diminta tidak menerima partner pengemudi atau pengemudi taksi online.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan setelah rapat dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan, Senin (12/3).

Budi menyebutkan alasan moratorium pendaftaran taksi online mengingat jumlah taksi online sudah terlalu banyak yang berdampak pada persaingan antar taksi online yang makin sulit.

“Kasihan, driver sudah bersaing makin ketat, ada kecenderungan sulit memperoleh order. Sehingga diminta untuk dilakukan moratorium,” kata Budi.

Hasil rapat yang lain adalah meminta kepada Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyelesaikan dashboard yang bisa mengatur dan mengetahui jumlah taksi online yang ada.

“Dalam minggu ini (dilakukan penyelesaian) dan dilaporkan kepada Menko Maritim,” kata Budi.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan alasan moratorium ipendaftaran taksi online guna melindungi pengemudi taksi online agar tidak terjadi gagal bayar dalam pembayaran kredit mobil yang digunakan untuk operasional taksi online.

Menurut Luhut, berdasarkan data yang ia miliki, kendaraan yang digunakan untuk taksi online banyak dibeli dengan cara dicicil yang menimbulkan kekhawatiran terjadi kredit macet karena sulit memperoleh penumpang mengingat juga jumlah taksi online yang ada sudah terlalu banyak.

“Karena 70 persen hasil studi, pembelian kendaraan untuk taksi online itu pakai kredit. Jika nanti jumlah penumpang dengan jumlahkendaraan tidak seimbang, jadi nggak bisa bayar. Ini yang harus dipikirkan,” kata Luhut.  (Joe/detikcom)