Pengamat Ekonomi UMS: Lesu, Sektor Ritel, Otomotif dan Properti di Soloraya

0
14
Ilustrasi. (kabaronlineterdepan.blogspot.com)

Solo, MENTARI.ONLINE – Saat ini hanya ada tiga bidang usaha yang mengalami performa lesu di wilayah Solo raya. Tiga bidang itu adalah ritel, properti serta otomotif. Demikian disampaikan pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, Anton Agus Setyawan.

Adanya informasi tiga bidang usaha yang mengalami kelesuan tersebut didapat Anton saat mengikuti diskusi yang dihelat salah satu harian di Kota Solo bekerjasama dengan Indonesa Marketing Association (IMA) yang juga mengudang para pengusaha di Solo termasuk dari Kadin.

Anton yang saat itu menjadi peserta diskusi mengatakan, didalam diskusi tersebut disampaikan recent condition atau situasi terkini dari sektor bisnis di Soloraya.

“Hanya ada tiga sektor usaha di Soloraya yang mengalami kelesuan bisnis yaitu ritel, properti serta otomotif. Sektor lain tidak. Bisnis perhotelan yang saya duga lesu ternyata tidak ada masalah. Saya juga heran,” ungkap Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS tersebut, Selasa (22/11/2017).

Di bidang ritel Soloraya, disebut  Anton, keluhan disampaika pelaku usaha ritel yang konvensional atau ritel tradisional misalnya ritel consumer goods, atau juga rumah tangga.

Namun diungkapkan pula didalam diskusi tersebut, ritel yang dikombinasikan dengna  bundling usaha lain bisa bertahan. Misalnya ritel yang bundling dengan bioskop.

Sedang untuk bisnis properti, kelesuan terjadi pada bisnis properti segmen menengah atas.”Sedang  untuk  pembangunan  RSS (rumah sangat sederhana) berjalan baik,” kata Anton.

Sementara di sektor otomotif, disebutkan penjualan kendaraan roda dua mengalami penurunan 10% hingga 20%. Sementara untuk otomotif roda empat secara umum mengalami stagnasi bisnis untuk semua produsen.

“Di kendaraan roda empat ini, bisnisnya ada yang diuntungkan yaitu pembelian mobil untuk digunakan sebagai taksi online. Untuk mobil yang harganya dibawah Rp 200 juta tidak terpengaruh. Tapi kalau tidak ada pembelian mobil untuk taksi online, mungkin juga bisnis otomotif roda empat juga akan turun,” terang Anton.

Menurut Anton, penurunan tiga sektor bisnis tersebut menjadi semacam peringatan awal (early warning), indikator paling mudah dari kinerja ekonomi pemerintah.

Menurut Anton, penurunan tigak sektor usaha tersebut masih harus dilihat apakah merupakan penurunan yang temporer atau akan terus berlanjut. (joe)