Peternak Sapi Perah Harus Memastikan SOP Pemerahan Susu Sudah Sesuai

0
224
Aktifitas Milk Collection Point (MCP) secara digital di salah satu MCP Pangalengan. (dok.FIF)

Pangalengan, MENTARI.ONLINE – Keberadaan tempat pengumpulan susu sapi perah secara digital atau milk collection point (MCP) digital di Pengalengan yang diinisiasi PT Frissian Flag Indonesia (FFI) bekerjasama dengan Koperasi Peternak Bandung Selatan Pangalengan (KPBS) membantu peternak sapi perah memperoleh kenaikan harga susu sapi perah yang mereka produksi.

Ketua KPBS Pangalengan Aun Gunawan mengungkapkan sejak MCP digital beroperasi di Pangalengan, ada kenaikan harga susu sebesar 10% yang diperoleh peternak sapi perah.

“Ini memperlihatkan peningkatan kualitas susu secara konsisten,” kata Aun Gunawan, Kamis(25/1/2018).

Jajang, seorang peternak sapi perah  inisiatif MCP yang telah membantu peternak sapi perah memproduksi susu berkualitas tinggi. “Susu sapi perah saya sekarang sudah mencapai harga tertinggi,” kata Jajang.

Peternak sapi perah yang lain, Torsiwan Harsa mengaku selalu penasaran setiap kali membawa susu produksi peternakan saya ke MCP.

“Apakah kualitas susu sapi perah saya hari ini lebih baik dari kemarin. MCP sangat memotivasi saya bekerja lebih baik tiap hari,” kata Torsiwan yang bergabung dengan MCP Citere sejak Januari 2017.

Sedang Akhmad Sarkawi Dairy Development Program (DDP)  Manager dan FDOV Project Frisian Flag Indonesia mengatakan pihaknya senang bila peternak sapi bisa merasakan manfaat inisiatif MCP digital yang telah dilakukan FFI.

Program DPP telah melakukan pelatihan tata kelola peternakan sapi perah untuk memastikan proses pemerahan sapi dengan benar sudah dipahami dan dijalankan dengan benar oleh peternak.

Pengelolaan peternakan sapi perah yang baik punya penting penting menghasilkan susu berkualitas tinggi. Proses pemerahan susu yang tepat adalah salah satu faktor dalam pengelolaan peternakan sapi perah yang baik dan perlu dipraktekkan secara konsisten oleh para peternak sapi perah.

 

Sebelum membawa susu mereka ke MCP, peternak sapi perah harus melalui proses pemerahan susu yang tepat guna memastikan hanya susu berkualitas terbaik yang didistribusikan ke koperasi.

Di tahap inilah, para peternak sapi perah harus memahami Standard Operasional Prosedure (SOP) penanganan susu yang  baik meliputi:

1.Membersihkan dan mengeringkan puting (ambing) sapi dengan benar sebelum memerah susu

Sebelum memerah susu, peternak sapi perah perlu memastikan bahwa ambing sapi sudah kering dan bersih. Hal ini sangat penting bagi peternak sapi perah untuk mendapatkan susu berkualitas tinggi dan bersih. Ambing sapi yang kering dan bersih juga dapat memastikan akan lebih sedikit bakteri atau benda asing lain yang masuk ke dalam susu.

2.Standar milk can – bersih dan higienis – untuk menyimpan susu

Sebelum digunakan, peternak sapi perah perlu memastikan agar milk can telah bersih dan higienis. Cara termudah untuk memastikan kebersihannya adalah dengan membersihkan milk can di daerah MCP. Setiap MCP menyediakan air bersih, sabun, dan desinfektan untuk membersihkan kaleng susu

3.Susu harus disaring sebelum dimasukkan ke dalam milk can

Selain memastikan milk can harus higienis, peternak sapi perah perlu menggunakan saringan bersih sebelum susu dimasukkan ke dalam milk can. Penyaringan dilakukan untuk memastikan tidak ada benda asing yang masuk dan berpotensi merusak susu.

 Susu pertama harus dibuang

Sebelum memerah susu sapi, petani perlu memastikan kandang sapi, alat, dan tangan peternak harus bersih. Susu pertama yang dihasilkan dari pemerahan pertama perlu dibuang karena biasanya mengandung banyak bakteri. Susu ini tidak akan memenuhi syarat sebagai susu berkualitas di MCP.

Setelah proses pemerahan dilakukan, peternak sapi perah akan membawa susu langsung ke MCP untuk diukur kuantitas dan kualitasnya.(Joe)