PKL Jajar Tak Masalah Diminta Tak Jualan Pagi Sampai Sore

0
17
PKL buah-buahan Jajar, Laweyan, Solo. (Mentari.online)

Solo, MENTARI.ONLINE – Para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar Jajar, Laweyan, Surakarta tidak mempermasalahkan aturan Pemkot Solo yang tidak memolehkan berdagang dari pagi sampai sore hari di lokasi yang sudah lama mereka tempati sebagai tempat berdagang itu dan hanya membolehkan berdagang dari sore hari sampai menjelang pagi hari.

Pedagang buah Kios Sulur, Saliyem, mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan adanya aturan yang hanya membolehkan PKL berjualan di waktu sore hari sampai menjelang pagi hari.

Saliyem juga tidak mengikuti pedagang-pedagang lainnya yang akan berpindah ke Pasar Jongke, ataupun pasar lainnya dan memilih tetap bertahan di tempat tersebut dan membuka lapak jualan di sore hari.

“Kalau di pasar jongke itu kalau di luar saya mau mbak. Tapi kalau di dalem kan buah nggak laku mbak. Kalau disini sore kan pelanggan itu masih ada yang kembali ke sini gitu. Saya milih di sini aja tapi bukake (buka kios) sore gitu,” ujarnya, Selasa (30/1/2018).

Rencananya, lapak jualannya akan mulai dibuka jam empat sore sampai sebelas malam setelah selesai dilakukan pembongkaran dan dirinya akan menggunakan lapak yang dapat dibongkar pasang.

Namun Saliyem akan libur berdagang dulu dalam tiga atau empat hari sampai tempat tersebut benar-benar selesai dibersihkan. “Nanti kalau sini sudah bersih kembali ke sini. Dua hari atau tiga hari saya jualan lagi gitu. Tiga hari empat hari setelah di bongkar ya baru jualan lagi. Ya itu kalau udah selesai dibersihkan dulu,” ucap Saliyem. (ratih)