PMR SMAN 7 Surakarta, Rajin Berlatih Agar Bisa Membantu Sesama

0
89
Latihan Pertolongan Pertama didalam ruangan yang dilakukan PMR SMAN 7 Surakarta. (dok.)

Surakarta, MENTARI.ONLINE – Salah satu ekstra kurikuler di SMA Negeri 7 Surakarta (SMOEPHY) yang aktif berlatih adalah Palang Merah Remaja (PMR). “Kita latihan rutin satu minggu sekali di hari Jumat dari jam 14.30-16.00,” kata Ketua PMR SMAN 7 Surakarta, Anisah Khusnul Khatimah beberapa waktu lalu kepada Mentari.online.

Selain latihan rutin, setiap tahun, setidaknya ada dua kegiatan rutin yang dilakukan PMR SMOEPHY yaitu donor darah pada saat hari ulang tahun sekolah dan saat peringatan Hari Kartini. PMR SMOEPHY juga tidak jarang mengikuti latihan gabungann dengan PMR dari sekolah lain serta lomba kepalang merahan tingkat Kota Surakarta.

PMR SMAN 7 Surakarta memiliki empat bidang kegiatan yaitu Pertolongan Pertama (PP), Perawatan Kedaruratan (PK), Traveling serta Pendidikan Remaja Sebaya. Empat bidang itulah yang menjadi bahan latihan PMR salah satu sekolah favorit di Kota Surakarta itu.

Wakil Ketua PMR SMAN 7 Surakarta, Soca Pracaya menjelaskan, pertolongan pertama  merupakan latihan menangani orang yang terkena musibah dengan melakukan assesment memeriksa keadaan korban dari kaki sampai kepala untuk dilihat lukanya seperti apa.

“Respon korban bagaimana, nadinya berapa, nafasnya bagaimana? Misalnya ditemukan perdarahan, maka dilakukan prinsip penanganan perdarahan. Alatnya dengan pembalut cepat, gunting, kain kasa, perban,“ kata siswi 11 MIPA 5 itu.

Kemudian latihan perawatan kedaruratan dilakukan seperti menangani orang sakit, jadi seperti perawat di rumah sakit. Misalnya menangani sakit BAB caranya seperti apa? Perawatan Kedaruratan juga bisa dilakukan didalam kelas.

“Misalnya ada siswa yang demam dilakukan pengompresan,” kata Soca.

Kalau bidang traveling itu, menurut Anissa, biasanya berbentuk lomba cerdas cermat  (LCC) yang materinya tentang kepalang merahan, donor darah, ayo siaga bencana, sejarah PMR, sejarah PMI nasional dan Internasional.

“Kalau  donor darah itu tentang tata cara, syarat, manfaatnya. Ayo siaga bencana mengenai bagaimana cara kita cepat tanggap bencana cepat lolos dari bencana. Jadi itu di LCC tapi lebih sering ke P3K (yang dilatih),” kata Siswi 11 MIPA 6 tersebut.

Kemudian PRS atau Pendidikan Remaja Sebaya tentang kegiatan berbagi informasi pentingnya menjaga kesehatan menghindari bahaya narkoba, bahaya merokok, pokoknya yang terkait kenakalan remaja. Jadi nanti latihannya anggota berdiri didepan audience, menyampaikan informasi dan berinteraksi dengan audience.

“Jadi anggota menjadi penyuluh. Biasanya dilombain juga, “ kata Anisa. Latihan dilakukan dengan melibatkan beberapa kakak kelas juga yang masih aktif. Kadang juga melibatkan pembina KSR dari UNS juga.

“Kalau latihan kita menggunakan ruang UKS lalu lingkungan sekitar UKS dan kadang ddalam kelas kalau ada materi  PRS,” ujar Anisah.

Selain latihan di lingkup sekolah, PMR SMOEPHY juga terlibat dalam latihan gabungan (latgab) misalnya Latgab Laga Wirata yang pada Januari2018 nanti juga akan diikut PMR SMOEPHY.

Anisah menerangkan Latgab Laga Wirata merupakan latihan bersama tentang PMR yang juga diisi lomba antar kelompok peserta latgab. Tapi lomba disini sifatnya senang-senang saja.

Nantinya, yang akan mengikuti latgab Laga Wirata berjumlah 10 anggota perwakilan PMR dari kelas 10. Sementara kalau event lomba, PMR SMAN 7 Surakara juga beberapa kali mengikuti perlombaan seperti lomba First Aids di SMA Negeri III Surakarta dan juga lomba serupa di SMAN I Surakarta.

“Kalau ada lomba seperti itu, biasanya kalau sudah mendekati hari perlombaan. Latihannya ditambah,” kata Anisah.

Saat ini PMR SMAN 7 Surakarta mempunyai total 30 anggota dengan paling banyak anggota putri. 30 anggota tersebut berasal dari kelas X sebanyak 12 anggota, kelas XI ada 18 anggota.

“Paling banyak anggota putri. Kalau putranya sedikit. Mungkin malu,” kata Anisah yang dilantik menjadi ketua PMR SMAN 7 Surakarta pada Juli 2017.

Kalau siswa/siswi SMAN 7 Surakarta ingin menjadi anggota PMR, setiap tahun pengelola membuka pendaftaran anggota baru PMR. Caranya calon anggota akan diberi formulir keanggotaan. Dalam waktu satu Minggu kemudian, formulir dikumpulkan.

Kemudian dilakukan diklat bagi anggota baru selama tiga hari dengan dua hari diklat didalam ruangan dan satu hari diluar ruangan. Materi diklat berupa teori dan praktek.

Setiap upacara bendera pada hari Senin atau upacara hari besar nasional, anggota PMR SMAN 7 Surakarta melaksanakan tugas di lapangan memberi pertolongan terhadap teman-temannya, peserta upacara yang menderita sakit saat mengikuti upacara.

“Sering kita membantu menolong teman yang pingsan saat ikut upacara,” kata Anisah.

Menurut Anisah, mengikuti ekstra kurikuler PMR memberi banyak manfaat. Misalnya mampu memberi pertolongan kepada sesama kalau misalnya ada musibah,ada keluarga yang sakit bisa merawat sendiri.

Kemudian kalau ada event bisa mengikuti event itu sehingga bisa menambah pengalaman. Selain itu juga bisa memperoleh prestasi juga saat ikut lomba. Tahun 2016, PMR SMAN 7Surakarta memperoleh juara 2 di event Volunter Week (VW) di UNS.

“Akhir Desember ini kami mau mengikuti event VW di UNS lagi,” kata Anisah.(joe)