Presiden Austria Ajak Warganya Pakai Hijab Satu Hari untuk Dukung Wanita Muslim

0
39
Ilustrasi_Muslimah
Ilustrasi_Muslimah

Vienna, MENTARI.ONLINE – Presiden Austria, Alexander Van der Bellen meminta semua wanita mengenakan jilbab selama satu hari sebagai solidaritas terhadap wanita Muslim yang menghadapi pelecehan biasa.

Hal ini dilakukan Presiden Austria untuk menolak meningkatnya Islamofobia di Autria. “Ini adalah hak setiap wanita untuk selalu berpakaian seperti yang dia inginkan, itulah pendapat saya mengenai masalah ini,” Alexander Van der  Bellen dalam acara bersama para siswa sekolah seperti dilaporkan The Independent dan dilansir aboutislam.net, Selasa (2/5/2017).

“Dan bukan hanya wanita Muslim, semua wanita bisa mengenakan jilbab, dan jika Islamaphobia yang nyata dan marak ini terus berlanjut, akan datang suatu hari dimana kita harus meminta semua wanita memakai jilbab – semua – karena solidaritas kepada mereka yang melakukan Itu untuk alasan agama. ”

Pernyataan  mantan pemimpin Partai Hijau sayap kiri yang mengalahkan kandidat Partai Kanan Jauh, menanggapi pertanyaan seorang siswa yang berpendapat bahwa larangan terhadap jilbab atau kerudung Islam akan mengurangi penampilan wanita dan menutup beberapa Keluar dari pasar tenaga kerja.

Ilustrasi_Muslimah
Ilustrasi_Muslimah

Komentarnya dibuat pada bulan Maret namun muncul lagi ke permukaan setelah disiarkan oleh televisi Austria, di tengah perdebatan di  Austria dan negara tetangga tentang larangan penggunaan burqa.

Dalam  pernyataan setelah kemunculan di televisi Australia itu,  Van der Bellen meminta perwakilan Muslim di Austria harus membuat “pernyataan yang lebih jelas” yang menekankan bahwa kekejaman tidak dapat dibenarkan dalam Islam.

Van der Bellen juga memberi peringatan terkait “rasisme dari sisi lain”  dengan memberi contoh ada sopir taksi Muslim yang menolak penumpang Yahudi Ortodoks. “Ini sama sekali tidak dapat diterima,” tulis pernyataan Van der Bellen.

Jumlah Muslim Austria diperkirakan hampir 6 persen dari 8 juta penduduk negara itu.Di Wina, Islam adalah kelompok agama terbesar kedua, setelah  Katolik Roma.(jm/pjk)