Program Smart City Harus Melihat Kegunaan untuk Masyarakat

0
29
Ilustrasi. (tribunnews.com)

Jakarta, MENTARI.ONLINE – Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama sejumlah lembaga negara lainnya mencanangkan “Gerakan Menuju 100  Smart City” dengan realisasi dari target pada tahun 2019. Namun begitu, Menkominfo Rudiantara menyarankan agar kepala daerah tak buru-buru membuat keputusan kotanya menjadi Smart City atau Kota Cerdas.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi daerah terlebih dahulu bila menginginkan menjadi smart sity. Ada dua syarat penting yang harus disiapkan Pemeritah daerah (Pemda) yaitu pertama, kesiapan cara pikir pemerintah daerah maupun masyarakat, serta kedua, kecukupan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Rudiantara melihat program Smart City seringnya dipakai bahan jualan mendekati Pilkada dimana kandidat kepala daerah membuat janji kalau terpilih nanti, akan menjadikan daerahnya sebagai smart city.

“Tidak bisa seperti itu,” kata Rudiantara, Rabu (15/11/2017). Untuk menjadikan sebuah kota menjadi Kota Cerdas, menurut Rudiantara, harus dilihat dulu kekuatan APBD yang dimiliki daerah itu.

Dengan begitu bisa dilihat kekuatan untuk membangun smart city itu bisa dilakukan apa tidak. Ada ruang fiskal yang sudah sesuai belum secara berkelanjutan agar pembanguna tidak asal jadi saja.

Kalau masih 80 persen pendapatan sebuah kota masih dipergunakan belanja rutin, semestinya menahan diri dulu untuk menjalankan program smart city.

Kalau pun ada ruang fiskal pada APBD kota tersebut, Rudiantara mengatakan, kepala daerah jangan buru-buru juga membelanjakan anggaran untuk mendapatkan alat dan teknologi untuk program Smart City.

Yang mesti dipersiapkan setelah ada anggarannya, adalah cara berfikir menjalankan Kota Cerdas harus dimulai dari masalah yang ingin diselesaikan.

“Dicari dulu apa yang harus diperbaiki di daerah tersebut kemudian nilai apa yang bisa diberikan kepada masyarakat.Membeli teknologi (untuk program Smart City) itu hal terakhir,” kata Rudiantara.

Kalau program Smart City secara umum hanya dimaknai dengan membeli alat,membeli teknologinya dan yang terkait dengan hal itu, hal tersebut adalah kesalahan berfikir.

Sampai saat ini sudah 24 kota dari target 100 Smart City tahun 2019 yang dinyatakan siap membangun Smart City sekaligus menjadi percontohan untuk pengembangan kota-kota lainnya.

Daftar Kota/Kabupaten di Indonesia yang sudah dinyatakan siap menjalankan program Smart City:

  1. Kabupaten Banyuwangi
  2. Kabupaten Bojonegoro
  3. Kabupaten Banyuasin
  4. Kota Bekasi
  5. Kota Bandung
  6. Kabupaten Badung
  7. Kota Bogor
  8. Kota Cirebon
  9. Kabupaten Gresik
  10. Kota Jambi
  11. Kabupaten Kutai Kartanegara
  12. Kota Makassar
  13. Kota Mimika
  14. Kabupaten Pelalawan
  15. Kabupaten Purwakarta
  16. Kota Semarang
  17. Kota Singkawang
  18. Kota Sukabumi
  19. Kabupaten Sleman
  20. Kabupaten Sidoarjo
  21. Kabupaten Siak
  22. Kota Samarinda
  23. Kota Tangerang
  24. Kota Tangerang Selatan. (Joe/Kompas.com)