Riya Itu Samar

0
54
Wawan
Wawan

Setiap orang yang terkenal dengan kebaikan hendaknya selalu merendahkan hatinya, jangan malah menonjolkan akunya, padahal di hadapan Allah itu naif. Semuanya harus kembali pada keikhlasan. Ada diantara orang yang merendahkan dirinya di hadapan orang lain dengan motif ingin terkenal. Ini adalah tipuan syaitan.

Tapi ada juga orang yang merendahkan dirinya di depan orang lain dan Allah tahu hati orang itu benar dengan sikapnya. Ia takut pertemuan dengan Allah. Ia takut hari dimana dibalas apa-apa yang terdapat dalam dada-dada, hari dimana Nampak apa yang disimpan di hati-hati. Tak ada yang tersembunyi di hadapan Allah dan mereka tidak bisa menyembunyikan apapun di hadapan Allah.

Rasulullah Muhammad sudah mengingatkan bahwa riya itu samar.Seseorang merasa telah melakukan yang sebaik-baiknya, padahal sejatinya itu riya. Dikisahkan,ada seseorang yang selalu sholat berjama’ah di shaf terdepan, namun pada suatu hari ia terlambat sehingga sholat di shaf kedua. Ia pun merasa malu kepada jama’ah yang lain yang melihatnya sholat di shaf kedua. Dia sadar bahwa selama ini hatinya senang, hatinya tenang tatkala sholat di shaf pertama lantaran pandangan manusia. (TazkiyatunNufushal 15).

Sesungguhnya hanyalah orang-orang beruntung yang memperhatikan gerak-gerik hatinya, yang selalu memperhatikan niatnya. Terlalu banyak orang yang lalai, kecuali mereka yang diberi taufik oleh Allah. Orang-orang yang lalai akan memandang kebaikan-kebaikan mereka pada hari kiamat menjadi kejelekan-kejelekan, dan mereka itulah yang dimaksudkan oleh Allah dalam firman-Nya.

“Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al Kahfy: 104).