Sejarah Minuman Kopi Berasal dari Seorang Muslim?

0
42
Kedai Kopi
Kedai Kopi. (tripadvisor)

Yaman, MENTARI.ONLINE –¬†Sekitar 1,6 miliar cangkir kopi dikonsumsi setiap hari di seluruh dunia. Jutaan orang menggantungkan kopi sebagai bagian dari rutinitas harian mereka. Namun demikian, sangat sedikit orang yang tahu orang Muslim asli yang populer dimana-mana.

Menurut catatan sejarah, di tahun 1400-an kopi menjadi minuman yang sangat populer di Yaman yang berada di semenanjung Arab selatan. Legenda mengatakan seorang gembala -ada yang mengatakan di Yaman, ada yang bilang di Ethiopia – melihat bahwa kambingnya menjadi sangat energi dan gelisah saat mereka memakan kacang dari pohon tertentu.

Seorang gembala itu memiliki keberanian untuk mencobanya sendiri, menyadari bahwa mereka memberinya dorongan energi. Seiring waktu, tradisi memanggang kacang dan merendamnya di air untuk menciptakan minuman asam namun kuat yang dikembangkan, dan dengan demikian, kopi lahir.

Terlepas dari apakah kisah itu hanya legenda atau kisah penggembala itu benar-benar terjadi, kopi terkenal pertama kali dari dataran tinggi Yaman lalu menyebar ke seluruh Kekaisaran Ottoman, kerajaan Islam utama abad ke-15.

Kedai kopi yang mengkhususkan pada minuman kopi mulai bermunculan di semua kota besar di dunia Muslim: Kairo, Istanbul, Damaskus, dan Baghdad. Dari dunia Muslim, minuman tersebut menemukan jalannya ke Eropa melalui kota pedagang besar Venesia.

Meskipun pada awalnya dinilai sebagai “minuman Muslim” oleh otoritas Katolik, kopi kemudian menjadi bagian dari budaya Eropa. Kedai kopi pada tahun 1600-an adalah tempat para filsuf bertemu dan mendiskusikan isu-isu seperti hak manusia, peran pemerintah, dan demokrasi.

Diskusi tentang kopi melahirkan apa yang disebut dengan gerakan Pencerahan, salah satu gerakan intelektual paling kuat di dunia modern. Dari seorang gembala Yaman / Etiopia kemudian membentuk pemikiran politik Eropa hingga sekarang dinikmati lebih dari 1 miliar cangkir per hari, (jm/pjk)