Sidang Lanjutan Kasus First Travel, Korban Minta Uang Umrahnya Dikembalikan

0
14
Sidang Lanjutan kasus First Travel di PN Depok. (detikcom)

Jawa Barat, MENTARI.ONLINE – Sidang lanjutan bos First Travel di Pengadilan Negeri Depok kembali berlangsung Senin (12/3) dengan menghadirkan saksi yang menjadi korban umrah yaitu Iriyanti.

Dengan suara terbata, Iriyanti berharap uang yang ia kumpulkan selama dua tahun untuk ikut umrah dengan jasa First Travel bisa dikembalikan utuh. Iriyanti merasa sangat kecewa dengan kegagalannya berangkat umrah.

“Saya kecewa sekali, mungkin bukan saya saja, tapi teman-teman saya,” kata Iriyanti bersaksi.

Iriyanti mendaftar ikut paket umrah promo dengan pelunasan pembayaran pada Januari 2017 dengan telah melakukan pelunasan pembayaran paket umrah promo dengan harga Rp 14,3 juta.

Ternyata total uang yang harus dibayar menurut Iriyanti mencapai Rp 67,8 juta. Iriyanti mengaku ia diminta membayar biaya tambahan untuk sewa peswat serta biaya mahram. Namun sampai jadwal keberangkatan pada Mei 2017 berlalu,  Iriyanti tak juga berangkat umrah.

Selain Iriyanti, ada 2 orang lainnya yang ikut didaftarkan dengan jadwal keberangkatan Mei 2017. “Saya harap untuk Andika-Anniesa tolong kembalikan uang saya,” kata Iriyanti dengan menangis di ruang sidang.

Bos First Travel, Andika, Anniesa dan Kiki Hasibuan, didakwa melakukan penggelapan terkait dengan perjalanan umrah. Total ada 63.310 calon jemaah umrah yang gagal berangkat mesti sudah membayar lunas.

Jaksa dalam surat dakwaan memaparkan 63.310 calon jemaah itu dijanjikan berangkat umrah dengan jadwal keberangkatan November 2016-Mei 2017. Akibat gagal berangkat, kerugian calon jemaah mencapai hampir Rp 1 triliun.

Sementara dalam dakwaan kedua, bos First Travel didakwa mengalihkan uang setoran calon jemaah umrah kemudian digunakan untuk membeli sejumlah aset seperti mobil dan tanah dan bangunan. (joe/detikcom)
.