Tips Orang Tua Ajari Anak-anak Sambut Ramadhan

0
41
ilustrasi ibu_anak
ilustrasi ibu_anak

MENTARI.ONLINE – Bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa bagi umat muslim seluruh dunia. Karena waktu tersebut adalah waktu kita untuk lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta, untuk meminta pengampunan dari sang pencipta dan mencari hikmah di bulan yang suci tersebut.

Namun tidak semua orang mengerti bagaimana membuat anak-anak kita merasakan istimewanya bulan tersebut. mereka hanya tahu bahwa puasa adalah menahan dahaga dan lapar saja, tanpa mengerti makna yang sesungguhnya dari bulan ramadhan tersebut.

Untuk itu, para orang tua seharusnya membekali pengetahuan anak-anak tentang bulan ramadhan dan para orang tua harus duduk bersama anak untuk membicarakan atau menecritakan hikmah dan makna di balik bulan ramadhan itu sendiri. Berikut ini tips-tips bagi orang tua dalam mengajari putra-putri mereka menyambut bulan Ramadhan seperti dilansir dari aboutIslam.net:

  1. Memilih waktu untuk berbincang-bincang atau bercerita tentang bulan ramadhan. Perkenalkan apa itu bulan ramadhan kepada anak agar mereka paham makna menjalankan puasa.
  2. Persiapkan rencana yang akan dilakukan di bulan ramadhan bersama anak, karena dengan melibatkan anak maka mereka akan mengerti bagaimana menjalankan ibadah di bulan ramadhan.
  3. Beri pengertian pada anak bahwa pintu surga akan lebih dekat kepada kita di bulan ramadhan, jadi kebaikan sekecil apapun akan dilipatgandakan.
  4. Jangan lupa untuk membuat anak merasa tertarik dengan bulan ramadhan. Hal tersebut bisa saja dilakukan dengan mengajak anak-anak untuk membantu mempersiapkan buka dan sahur.
  5. Ajak anak-anak ke masjid untuk mengenalkan sholat tarawih dan mengajak mereka untuk berbagi dengan sesama muslim yang membutuhkan.
ilustrasi ibu_anak
ilustrasi. (ummu-online.com)

Bagaimana Ramadhan anak-anak Muslim di negara barat?

Suatu tantangan berat bagi anak-anak yang tinggal dan besar di negara yang mayoritas penduduk non-muslim. Karena setiap harinya mereka akan berbaur dengan lingkungan non muslim yang membuat anak-anak lebih tergoda untuk tidak berpuasa. Tidak bisa dipungkiri tantangan tersebut membuat anak mendapat penolakan dari beberapa pihak karena mereka menjadi berbeda.

Pertanyaan pertanyaan yang dilontarkan pada mereka saat di dalam kelas tentang alasan mereka bersusah payah untuk berpuasa juga menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak muslim yang tinggal di negara minoritas muslim. Hal tersebut lah yang membuat mereka tidak percaya diri dan terkadang malu untuk berpuasa.

Selain itu, jam berpuasa yang lebih panjang dibandingkan di negara seperti Indonesia atau Singapura membuat mereka harus lebih bersusah payah dalam menjalankan ibadah tersebut. bagaimana cara menyikapi perbedaan tersebut dan apa yang seharusnya dilakukan bagi para orang tua yang tinggal di negara mayoritas non muslim.

  1. Bangun kepercayaan diri anak. Kepercayaan diri dinilai paling penting dalam menghadapi perbedaan dan tekanan. Sebagai orang tua
  2. Mengajarkan pada anak bahwa perbedaan adalah yang wajar, maka tidak sepantasnya anak menjadi minder dan tidak percaya diri dengan berpuasa. Ajarkan saling toleransi dan menghargai perbedaan.
  3. Ajarkan pada anak bahwa apapun yang kita lakukan akan dilihat oleh Allah, dan sudah seharusnya kita meminta apapun pada Allah, jangan takut untuk berbuat baik.
  4. Melibatkan mereka di lingkungan muslim. Jika anak berbaur dengan mereka yang sesama muslim maka akan menguatkan mereka dalam menjalankan ibadah puasa. (da/pjk)