Triponyu, Start Up Pariwisata Solo Menangi Penghargaan Badan Pariwisata PBB

0
30
Triponyu menerima penghargaan dari Badan Pariwisata PBB di Madrid Spanyol, Rabu (17/1/2018)

Spanyol, MENTARI.ONLINE – Organisasi pariwisata PBB, United Nation World Tourism Organization (UNWTO) memberikan penghargaan pariwisata tingkat dunia kepada perusahaan rintisan (start up) pariwisata Indonesia, Triponyu, Rabu (17/1/2018).

Start up Triponyu menjadi pemenang dalam kategori UNWTO Award for Innovation in Non Govermental Organizations. Tripounyu adalah marketplace wisata yang menghubungkan wisatawan dengan masyarakat lokal penyedia jasa wisata menarik.

Triponyu memiliki inovasi bidang pariwisata yang cukup unik karena menggabungkan kemasan teknologi serta pemberdayaan dan penyediaan lapangan kerja untuk masyarakat luas.

Salah satu founder Triponyu, Alfonsus Aditya menjelaskan mengenai inovasi menarik start up besutannya dan dua temannya itu. Jadi, masyarakat dari apapun profesinya yang memiliki ide menarik tentang kuliner, kearifan lokal, tempat seru, kerajinan yang dikeman jadi wisata di daerahny akan dibantu menjadi tempat wisata.

“Kita sambungkan dengan wisatawan,” ujar Alfonsus Aditya, Kamis (18/1/2018).

Triponyu didirikan Alfonsius Aditye yang menjadi Chief Financial Officer bersama dua temannya dari Solo, yaitu Augustinus Adhitya sebagai Chief Executive Officer, dan Onny Sumantri sebagai Chief Operating Officer.

Dibuat pada Juli 2017 lalu, Triponyu awalnya hanya bekerjasama dengan masyarakat daerahnya memiliki potensi dijadikan tempat wisata di Solo dan daerah lain di Jawa Tengah.

Sekarang, mitra kerja Triponyu sudah sampai di wilayah Jakarta, Jawa Timur bahkan Bali. Saat ini, Triponyu ancang-ancang mengembangkan kerjasama di daeraeh Indonesia Timur dengan menggandeng Sumba Hospitality Foundation.

Halaman muka situs Triponyu. (triponyu.com)

Kin Triponyu sudah memiliki 50 tempat wisata yang bisa dipilih wisatawan yang diciptakan langsung oleh masyarakat mulai dari hidangan warga, kerajinan, kearifan lokal hingga wisata budaya.

Mengenai user Triponyu, Aditya mengungkapkan masih beragam ada wisatawan dalam negeri dan luar negeri. Namun diakui Aditya saat ini Triponyu bisa memetakan darimana wisatawan yang paling banyak menjadi user.

Relatif sama sampai saat ini, belum ada yang dominan. Pernah dari Rusia, Perancis dan Spanyol kalau dari luar negeri. Baru Eropa memang,” kata Aditya.