Warga Gandekan Ingin Direlokasi ke Mrangen Polokarto

0
67
Rumah-rumah warga Gandekan, Jebres yang ada di bantaran Kali Pepe.

 Solo,MENTARI.ONLINE – Wilayah Padasan, Desa Mranggen, Polokarto, Sukoharjo, menjadi pilihan warga yang tinggal di bantaran Kali Pepe, Kelurahan Gandekan, Jebres, Solo, sebagai tempat relokasi.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) relokasi warga bantaran Gandekan, Sumarsih, menjelaskan alasan warga menyepakati pindah atau direlokasi ke Mranggen karena di lokasi tersebut tersedia lahan yang mencukupi untuk dibangun 30 rumah.

Selain itu lokasinya mudah diakses, status tanah berupa pekarangan, dan dekat perkampungan warga. “ Warga pilih di sana yang jelas karena tanah sudah pekarangan. Tidak ada tambahan biaya yang lain,” kata Sumarsih.

Dia berbicara hal itu, Sabtu (11/11/2017), kepada Mentari.Online. Sumarsih memastikan kepindahan warga Gandekan ke Mranggen tidak akan mengalami kendala perizinan dari Pemkab Sukoharjo.

Sumarsih  mengungkapkan, pilihan warga  untuk direlokasi ke Padasan, Mranggen setelah dilakukan survei terhadap 15 lokasi yang bisa digunakan sebagai tempat relokasi.

Ia  menuturkan warga awalnya sempat sreg dengan lokasi di Karanganyar tapi batal dipilih karena harga tanahnya tidak terjangkau.

“Pemkot Solo mengharuskan warga membeli lahan relokasi minimal 40 meter persegi. Kami tidak bisa memenuhi syarat itu. Kemudian kami sosialisasi ke warga lagi dan diputuskan ambil Mranggen,” jelas Sumarsih.

Sumarsih menerangkan proses relokasi warga Gandekan kini tinggal menunggu dana bansos pengganti bangunan atau rumah dari Pemkot Solo cair. Warga Gandekan yang menempati rumah di bantaran Kali Pepe sudah siap pindah ke Mranggen.

Dia menyebut sedikitnya 30 keluarga di Gandekan bakal pindah ke Mranggen, yakni 28 keluarga dari RW 003, satu keluarga dari RW 004, dan satu keluarga dari RW 006.

“Kami juga mendapatkan dana bansos dengan perincian Rp16 juta untuk pengadaan tanah minimal 40 meter persegi, Rp3,2 juta untuk pengadakan fasilitas umum minimal 8 meter persegi, dan Rp15 juta untuk stimulan pembangunan rumah di lokasi baru. ”

“Rencananya dalam waktu dekat kami menghadap Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Solo untuk menanyakan soal pencairan dana itu,” ujar Sumarsih.

Puluhan KK yang berada di bantaran Kali Pepe tersebut memang mau tidak mau harus pindah, mengingat di tempat mereka tinggal tersebut akan dijadikan lokasi proyek Penanganan Banjir Kota Solo paket 1 (Kali Pepe hilir) oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). (Reko Suroko)