Warga Tegalharjo Terdampak Rel Ganda PT KAI Minta Direlokasi

0
67
Rel kereta api PT KAI yang melewati kelurahan Tegalharjo, Surakarta
Rel kereta api PT KAI yang melewati kelurahan Tegalharjo, Surakarta

 

Solo, MENTARI.ONLINE-Sedikitnya 130 hunian warga di Kelurahan Tegalharjo, Jebres terkena dampak proyek double track (rel ganda) kereta api. Mereka berada di wilayah RW III, RW V dan RW VI. Warga minta direlokasi seperti warga bantaran Sungai Bengawan Solo.

“Ada sekitar 130 hunian yang terkena proyek double track. Kalau jumlah warganya itu mencapai ratusan,” ujar Lurah Tegalharjo, Ahmad Khoirono, melalui sambungan telepon,  Sabtu (30/9/2017).

Ahmad menambahkan, pengukuran sudah dilakukan dan wilayah yang langsung terdampak adalah warga RT 01 RW VI dimana di sini ada 40 hunian. Sementara di wilayah lain tidak sampai hunian melainkan hanya sampai di pekarangan atau jalan saja.

Seorang warga Syahroni, mengungkapkan warga tidak masalah jika terdampak dari proyek tersebut. Hanya saja, lanjutnya, warga minta ada solusi mengingat mereka sudah tinggal di sana cukup lama dan tidak punya tempat tinggal lagi.

“Warga itu menerima dan tidak keberatan, warga memahami karena menempati tanah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan sewaktu-waktu dibutuhkan siap mengikuti aturan PT KAI, ” kata Syahroni yang mewakili para warga, di tempat terpisah.

Namun, menurut Syahroni, warga minta solusi, dipindah dengan sistem relokasi namun tidak di rusunawa serta punya lahan sendiri. “Yang terdampak langsung terkena bangunan itu di RT 01 RW VI,” ujarnya.

Mengenai ganti rugi, kata Syahroni, belum ada pembahasan lebih lanjut dengan pihak terkait. Saat ini warga masih menunggu, apakah ada ganti rugi untuk warga yang terdampak proyek atau tidak. Namun untuk pelaksanaan proyek sudah dilakukan dengan memasang beton dan fondasi.

“Proyeknya sudah berjalan dan sejauh ini belum ada kejelasan ada ganti rugi atau tidak. Itu yang kena tidak hanya warga sini (Tegalrejo-red), tapi juga Gilingan, Jagalan ataupun Pucangsawit,” ucap Syahroni.

Lanjut Syahroni, untuk sosialisasi ke warga terdampak sudah dilakukan awal bulan Agustus lalu. Dalam sosialisasi itu hadir perwakilan PT KAI, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), maupun Pemkot Surakarta. Bahkan sosialisasi dari pihak pemkot telah dilakukan door to door sehingga warga tidak kaget.

“Warga itu sudah dengar jika ada proyek double track tapi belum informasi resmi. Namun dari kelurahan sudah melaksanakan sosialisasi nonformal ke warga yang terdampak dan dari pelaksana juga melakukan sosialisasi,” kata Syahroni. (Reko Suroko)